Ikan merupakan hewan yang hidup didalam air, bernapas dengan insang, bergerak dengan sirip, bertulang belakang dan berdarah dingin.
Perairan umum indonesia yang meliputi dua pertiga wilayah tanah air Indonesia memiliki Potensi sumber daya hayati perikanan yang besar dan belum seluruhnya dapat dikelola. Mengingat sangat mendesaknya kebutuhan akan protein hewani yang berasal dari ikan, maka sudah seharusnya memanfaatkan sumber-sumber hayati perairan yang ada dan dimanfaatkan semaksimal mungkin karena akan dapat menunjang perluasan kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan nelayan dan perbaiakan gizi masayarakat. Keadaan ini sejalan dengan pertambahan penduduk serta kondisi geografis Indonesia yang mutlak memerlukan pelaksanaan peningkatan dalam bidang perikanan.
Propinsi Riau merupakan salah satu propinsi yang memiliki wilayah daratan 94.561 km2dan 3.241 pulau-pulau yang memiliki empat satuan wilayah sungai yaitu sungai Rokan, Siak, Kampar dan sungai Indragiri yang merupakan perairan yang potensial untuk pembangunan usaha perikanan (Yuniarti, 2000).
Luas perairan umum Riau adalah 62.648,53 Ha, terdiri dari luas perairan umum Indragiri Hilir 2.600 Ha, luas perairan umum Indragiri hulu 33,164 Ha, luas perairan umum kuansing singingi 23.086 ha, luas perairan umum Pekanbaru 85 Ha, luas perairan umum Siak 764 Ha, luas perairan umum Bengkalis 70 Ha, dan luas perairan umum Kampar 2.795,99 Ha (Dinas Pendidikan dan Kelautan Propinsi Riau, 2001).
Untuk propinsi Riau produksi perikanan umum adalah sebesar 12.706,6 ton atau 7% dari seluruh produksi prikanan Riau, dimana produksi perikanan tersebut berasal dari kabupaten indragiri hulu, Kampar, Bengkalis dan Indragiri hilir (Evy, Mujianti dan Sujono, 2001.
Sistem pencernaan, sistem rangka, sistem ekskresi, sistem pernapasan dan sistem reproduksi, diantara ke sepuluh sistem ini saling berkaitan satu dengan yang lainnya.Linea lateralis merupakan garis yang terdapat pada badan ikan yang terbentuk oleh adanya pori, dimana linea lateralis ini dapat ditemukan pada ikan yang bersisik atupun tidak bersisik. Bentuk linea lateralis pada ikan pada umumnya bervariasi, demikian juga dengan sisik yang membentuk linea lateralis (Manda et al, 2006).
Untuk mempelajari dan mengetahiu struktur dan fungsi tubuh ikan terlebih dahulu harus memulainya dengan mengetahui morfologi kemudian dilanjutkan dengan anatominya secara umum, maksudnya terutama untuk melihat letak dan posisi organ dalam tubuh ikan bagian dalam, hal ini erat hubungannya dalam mempelajari ichthyology.
Secara teori para ahli memperkirakan ada sekitar dua puluh ribu sampai dengan empat puluh ribu spesies yang mendiami permukaan bumi ini, dan empat ribu diantaranya menghuni perairan Indonesia baik laut, payau dan perairan tawar. Jumlah spesies ikan yang tercatat di daerah Riau diperkirakan mencapai tiga ratus spesies ikan. Dari jumlah tersebut antara spesies yang satu dengan yang lainnya sudah tentu memiliki beberapa kesamaan dan identifikasi, yang pada dasarnya dapat dijadikan sebagai dasar pengklasifikasian (Manda et al, 2005).
Kulit sebagai pembungkus pada ikan terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan luar yang disebut dengan epidermis dan lapisan dalam yang disebut dengan dermis atau corium. Lapisan dalam dari epidermis merupakan pertumbuhan sel yang aktif. Lapisan dermis berisi saluran darah, urat saraf, organ peraba dan jaringan penghubung. Lapisan dermis berperan dalam pembentukan sisik dan erat kaitannya dalam pembentukan struktur integumen (Manda et al., 2005).
Menurut Ridwan, Chaidir, Budjiono dan Lesje, (2006) sirip pada ikan terdiri dari sirip punggung(D), sirip dada(P), sirip perut(V), sirip anus(A), dan sirip ekor(C). sirip punggung yang terdapat pada ikan(Kelas Chondrichtyes) disokong oleh keping-keping tulang rawan yang dinamakan tulang basal yang terletak dibagian bawah tertumpu apda cucuk Neural. Dan rawan radial yang terletak di rawan basal menunjang jari-jari keras. Sirip dada chondrichtyes disokong oleh tulang gelang bahu(pectoral girdle) yang kuat dan dinamakan coracoscapula.
Cephalaspidomorphi, Condrichthyes dan Osteichthyes dimasukkan ke dalam Pisces, merupakan kelompok hewan yang sangat besar dan banyak diminati orang, sehingga kelompok hewan ini mendapat perhatian sebagai bidang ilmu khusus yakni iktiologi. (Romimohtarto, 2005).
Putra R.M, dkk (2006) mengatakan bahwa setiap tubuh individu ikan dipengaruhi oleh sistim rangka, sistim otot dan satuan habitat dimana ikan-ikan itu hidup dan ikan itu secara garis besar tergolong pada ikan yang memiliki bentuk tubuh bilateral simetris, tetapi ada juga sebagian yang memiliki tubuh yang non bilateral simetris.
Untuk kamu yang ingin copy-paste, pisahkan, sebagian untuk Latar Belakang dan Sebagian lagi untuk Daftar Pustaka. Hal itu tergantung keinginanmu dan sesuai dengan tugasmu. Jika sulit mencari apa yang kamu cari, cari di kotak SEARCH di pojok kanan atas. Jangan lupa, LIKE Blog ini.. Terimakasih...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Whats up this is kind of of off topic but I was wanting to know if blogs use WYSIWYG editors or if
BalasHapusyou have to manually code with HTML. I'm starting a blog soon but have no coding skills so I wanted to get guidance from someone with experience. Any help would be enormously appreciated!
Take a look at my web blog http://linkuj.adult.cz/
Thank you for visiting my blog. on the web you can not open on my network, you can send an email or facebook account, thanks
BalasHapusboleh minta daftar pustakanya?
BalasHapus