Founder

SELAMAT DATANG

Selamat datang di Anambas Creative, semoga saja anda bisa mendapatkan apa yang dibutuhkan diblog saya ini. Terima kasih Telah Berkunjung Di Blog saya. Jangan lupa FOLLOW nya ya...

Sekilas Tentang Saya

Nama saya Riyo Saputra,saya seorang Mahasiswa S1 Agrobisnis Perikanan UR, Pekanbaru, Riau. Saya berasal dari Tarempa, Kepulauan Anambas

Social Network

Aku belum mengalami kegagalan. Aku hanya menemukan 10.000 cara yang tidak berhasil (Thomas A. Edison)

Anambas Creative: Literatur Ikan Sepat Mutiara (Trichogaster leeri)

Kamis, 17 November 2011

Literatur Ikan Sepat Mutiara (Trichogaster leeri)

Klasifikasi :
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Perciformes
Famili : Osphronemidae
Genus : Trichogaster
Spesies : T. leeri’
Nama binomial:Trichogaster leeri
(Bleeker, 1852)
Sepat mutiara (Trichogaster leeri) adalah sejenis ikan hias air tawar anggota suku gurami (Osphronemidae). Dalam bahasa Inggris disebut Pearl gourami, Mosaic gourami atau Lace gourami merujuk pada pola warna berbintik-bintik indah dengan garis hitam di sisi tubuhnya.
Sepat mutiara adalah ikan yang cinta damai. Ikan ini dapat hidup bercampur dengan jenis-jenis ikan lainnya, namun sebaiknya jangan digabungkan dengan ikan-ikan yang bersifat agresif atau terlalu aktif. ( Axelrod, Herbert R. 1996).
Ikan yang bertubuh pipih dan bermoncong runcing sempit, panjang keseluruhan beserta ekor hingga 120mm. Berwarna abu-abu atau kebiruan dengan pola butir-butir berwarna kehijauan atau keperakan serupa mutiara banyak sekali. Sebuah pita berwarna gelap berjalan pada tengah sisi tubuh, mulai dari ujung moncong melewati mata dan berakhir dengan sebuah bintik pada pangkal ekor. Hewan jantan lebih berwarna-warni, dengan tenggorokan dan sirip dubur bagian depan berwarna kemerahan. ¬(Kottelat, M., A.J. Whitten, S.N. Kartikasari, S. Wirjoatmodjo. 1993).
Sepat mutiara adalah ikan yang cinta damai. Ikan ini dapat hidup bercampur dengan jenis-jenis ikan lainnya, namun sebaiknya jangan digabungkan dengan ikan-ikan yang bersifat agresif atau terlalu aktif. Juga perlu dijaga agar akuarium tidak terlalu penuh agar sepat mutiara tidak gelisah. Tandanya, sepat jantan dapat tiba-tiba saja menyerang atau menggertak ikan lain yang terasa mengganggunya. (Sanford, Gina. 1999).
Cara pemeliharaan ikan sepat mutiara tidak terlalu sulit, cukup dengan menjaga air pemeliharaan agar tidak tercemar dan kelarutan oksigen tetap terjamin serta makanan yang tetap tersedia. Untuk menjamin kelarutan oksigen didalam wadah pemeliharaan sebaiknya menggunakan aerator. Kelarutan oksigen yang ideal untuk ikan sepat mutiara tidak kurang dari 2,6 ppm. Suhu air berkisar 24 - 28 derajat Celcius dan derajat keasaman (pH) 6,5 - 8.
Jenis makanan untuk ikan sepat mutiara dapat berupa makanan alami ( makanan yang diperoleh dari hasil penangkapan di alam atau pemeliharaan ) atau makanan buatan. Makanan alami dapat berupa jentik nyamuk, kutu air atau cacing sutera ( tubifex ), sedangkan makanan buatan dapat diperoleh di toko - toko makanan ikan hias.
Hasil penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa pemberian makanan yang tepat, baik jumlah maupun jenis berpengaruh terhadap pertumbuhan dan keindahan warna ikan sepat mutiara. Sebagai contoh, pemberian jentik nyamuk memberi pertumbuhan lebih baik terhadap ikan sepat mutiara dibanding pemberian makanan dengan kutu air atau cacing sutera ( tubifex ). namun tidak berarti bahwa ikan sepat mutiara harus selalu diberi jentik nyamuk. Sebab pemberian satu jenis makanan terus - menerus akan mengakibatkan rasa bosan bagi ikan, selain itu dapat mengakibatkan kekurangan zat - zat makanan untuk kebutuhan ikan, bila zat - zat makanan tersebut tidak terdapat dalam jentik nyamuk.
Selanjutnya dari hasil penelitian diketahui pula bahwa pemberian makanan yang bervariasi, mengakibatkan warna ikam akan menjadi lebih indah dan pertumbuhannya lebih baik. Hal ini disebabkan karena pemberian makanan yang bermacam - macam dapat melengkapi kebutuhan zat - zat makanan yang dibutuhkan oleh ikan sepat mutiara.
Keindahan warna ikan sepat mutiara dapat pula ditentukan oleh kondisi air pemeliharaan. Pergantian air yang teratur akan berdampak positif terhadap warna dan kesehatan ikan. Untuk pemeliharaan di dalam akuarium pergantian air sebaiknya dilakukan sekali seminggu sebanyak 20% dari volume akuarium, sedangkan untuk pemeliharaan di kolam - kolam ikan, pergantian air dilakukan sekali dalam dua minggu sebanyak 20% dari volume kolam ikan.
Warna yang pudar dan gerakan yang lamban merupakan ciri - ciri bahwa ikan sepat mutiara terkena penyakit. Tindakan awal yang harus dilakukan yaitu memisahkan ikan yang kurang sehat tersebut dari ikan sepat mutiara lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya penyebaran penyakit yang dapat berjangkit pada ikan - ikan lainnya.
Dengan pergantian air yang teratur dan pemberian makanan dalam jenis dan jumlah yang tepat serta pemberian oksigen yang terus - menerus dari aerator, akan diperoleh ikan sepat mutiara yang indah, lincah dan sehat. Butler, Rhett Ayers, Tropical Freshwater Aquarium Fish (TFAF), 1995 and Mongabay.com Website, 2002
Sepat mutiara menyebar mulai dari Thailand, Malaysia, Sumatra, hingga Kalimantan. (National Aquaculture Sector Overview - Thailand". Food and Agriculture Organization of the United Nations). Ikan ini merupakan penghuni rawa-rawa dataran rendah yang berair sedikit asam. Ikan ini biasanya senang berada dekat permukaan hingga setengah kedalaman air. (Whitten, A.J., M. Mustafa, dan G.S. Henderson. 1987).
Badannya memanjang dengan potongan pipih ke samping atau compress. Mulutnya kecil dengan moncongnya runcing. Sirip anal sangan panjang seperti benang. Sirip perut berbentuk sangat lebar, dengan jari-jari sirip sebelah belakang menonjol keluar. Warna dasarnya badannya sawo matang. Sisi badannya berwarna lebih pucat, bintik-bintik mirip mutiara berwarna kelabu, kadang-kadang biru kehijauan, menghiasi seluruh badannya. Kerongkongan, sirip, perut dan beberapa bagian dari sirip anal berwarna merah.Sisi badannya terpotong secara horizontal oleh garis berwarna hitam yang memanjang mulai mulut hingga pertengahan batang ekor. Akhir dari garis ini, pada batang ekor memanjang satu bintik hitam yang terlihat lebih besar daripada garisnya sendiri. Sirip punggung berwarna coklat kekuningan . Pada saat birahi, warna perut jantan menjadi oranye. Jantan memiliki sirip yang panjang dan lancip,sedangkan betina siripnya membulat dan pendek. Selain itu , jantan masih dilengkapi hiasan warna merah pada leher dan perut, yang tidak terdapat pada pasangannya. Warna merah ini akan tambah menyala pada saat ia birahi. Sepasang jari-jari terdepan pada sirip perut berubah menjadi alat peraba yang menyerupai cambuk atau pecut, yang memanjang hingga ke ekornya, dilengkapi oleh sepasang duri dan 2-3 jumbai pendek Jari jari sirip punggung memiiki 10 buah sirip keras. Sirip lunaknya 13 buah. Bentuk badannya kecil. Bentuk sisiknya cycloid. Giginya meruncing dan kecil-kecil.Tipe mulut nya bermoncong sempit..Letak sirip perut sejajar dengan terhadap sirip dada. Bentuk ekornya berlekuk (berbelah) dangkal dan berbintik-bintik.( Pinus. 1993).
Sepasang jari-jari terdepan pada sirip perut berubah menjadi alat peraba yang menyerupai cambuk atau pecut, yang memanjang hingga ke ekornya, dilengkapi oleh sepasang duri dan 2-3 jumbai pendek. (Weber and de Beaufort. 1922).
Rumus sirip dorsal, V-VII (jari-jari keras atau duri) dan 8–10 (jari-jari lunak); dan sirip anal XII-XIV, 25–30. Gurat sisi 30–37 buah. Panjang standar (tanpa ekor) kira-kira 2,4 kali tinggi badan.( Weber, M. and L.F. de Beaufort. 1922).
Sepat mutiara (Trichogaster leeri) yang juga dikenal dengan sebutan gurami mutiara atau gurami masak. (Redaksi ensiklopedi indonesia. 2003). Sepat mutiara menyebar mulai dari Thailand, Malaysia, Sumatra, hingga Kalimantan. Ikan ini merupakan penghuni rawa-rawa dataran rendah yang berair sedikit asam¬. (Ed. Ranier Froese and Daniel Pauly. 2007)
Ikan ini biasanya senang berada dekat permukaan hingga setengah kedalaman air. ( Sanford, Gina. 1999). Ikan ini dapat mencapai ukuran maksimal 10 cm dan dapat mencapai 12,5 cm dan dapat dikawinkan setelah ukuran 10 cm. Salah satu jenis ikan yang memijah pada sarang busa yang dibangun oleh induk jantan. Berat minimal untukk yang jantan adalah d4,5 cm – 12 cm. Berat maksimal mencapai 20 gram. Ukuran jantan berkisar 4,5 am – 12 cm, sedangakan untuk yang betina berkisar 3,8 -12,5 cm.
Suhu air sebaiknya berkisar antara 22–28 °C (72–82°F). ( Sanford, Gina. 1999). Permukaan airnya hendaknya berhubungan langsung dengan udara terbuka, agar organ labirin ikan ini dapat berfungsi dengan baik. Kelengkapan akuarium yang diperlukan di antaranya adalah substrat dan ornamen yang sesuai, tetumbuhan air, filter air, pencahayaan, serta perawatan. (Faufe Henri. 1925).
Juga perlu dijaga agar akuarium tidak terlalu penuh agar sepat mutiara tidak gelisah. Tandanya, sepat jantan dapat tiba-tiba saja menyerang atau menggertak ikan lain yang terasa mengganggunya. (Sastrapradja, S., A. Budiman, M. Djajasasmita, dan C.S. Kaswadji. 1981).
Seperti ikan yang tergolomg dalam Famili Anabantidae lainnya, ikan sepat mutiara dapat hidup dan berkembang biak pada perairan yang terbatas dan tergenang. Maka ikan ini biasanya ditemukan pada perairan yang kecil, pada genangan air dan rawa-rawa. Sepat mutiara (Trichogaster leeri) berasal dari Sumatera, Kalimantan, Malaysia dan Thailand. Ikan ini bersifat omnivora hidup pada suhu optimal 26-28 C , pH 6,5-7,0 dan kesadahan 6-8 dH Sifat indukan,Induk yang dipilih sebaiknya telah berumur tujuh bulan dengan panjang total tubuhnya mencapai 7,5 cm . Induk harus sehat dan tidak ada bekas cacatnya. Induk dipisahkan di tempat yang berlainan dan diberi makan jentik nyamuk. (Lesmana, Darti Satyani. 2001).
Ikan ini tidak termasuk dalam katagori Katadromous ataupun Anadromous. Sifat induk baik betina maupun jantan sangat setia dalam merawat telurnya.Setelah induk memijah , induk jantan akan mengusir induk betina dan akan menjaganya sampai menetas. Siklus hidupnya nya telur selama 24 jam menjadi larva ikan setelah 1 minggu menjadi burayak dan menjadi sepat dewasa. Untuk melakukan budidayanya ikan sepat mutiara tidak memerlukan perlakuan khusus, seperti ikan hias lainnya. Untuk pemeliharaannya yaitu digunakan kolam atau akurium yang berukuran 60L, lebih besar maka akan lebih baik lagi. Karena ikan ini akan stress bila ruang lingkupnya dibatasi. Suhu air sebaiknya berkisar sekitar 22 - 28̊C. Permukaan air harus berhubungan dengan udara bebas, sehingga organ baliun dapat berfungsi dengan baik. Untuk kelengkapan budidaya yaitu diperlukan substrat, ornament, tumbuhan air, filter air, pencahayaan dan perawatan. Ikan sepat mutira ini hanya dipelihara dibudidayakan orang untuk dinikmati keindahannya saja. Dibandingkan dengan kerabatnya ikan ini mempunyai rupa yang lebih memikat. Cocok ditempatkan dalam akuarium. Karena selain tubuhnya bermanik-manik juga sifatnya yang cinta damai. Ikan ini dapat hidup bercampur dengan jenis-jenis ikan lainnya, namun sebaiknya jangan digabungkan dengan ikan-ikan yang bersifat agresif atau terlalu aktif. Juga perlu dijaga agar akuarium tidak terlalu penuh agar sepat mutiara tidak gelisah. Tandanya, sepat jantan dapat tiba-tiba saja menyerang atau menggertak ikan lain yang terasa mengganggunya. Induk yang dipilih sebaiknya telah berumur tujuh bulan dengan panjang total tubuhnya mencapai 7,5 cm . Induk harus sehat dan tidak ada bekas cacatnya. Induk dipisahkan di tempat yang berlainan dan diberi makan jentik nyamuk. (Murtidjo, Bambang Agus. 2001).
Sepat mutiara dapat mencapat ukuran 12,5 cm. Namun ikan ini dapat dikawinkan setelah berukuran 10 cm. Ikan ini termasuk salah satu jenis ikan yang memijah pada sarang busa yang dibangun oleh induk jantan. (Susanto Heru, Lingga Pinus. 2003).
Induk yang dipilih sebainya telah berumur 7 bulan dengan panjang tubuh 7,5 cm. Indu harus sehat dan tidak cacat. Selanjutnya induk di pisahkan ditempat yang berlainan dan diberi pakan jentik nyamuk. (Dedy Heryadi Sutisna. 1988).
Untuk tempat memijah, akuarium perlu dilengkapi dengan tanaman air yang mengapung. Di sini ikan jantan akan membuat sarang busa atau sarang gelembung dari air ludahnya, sebagai tempat memijah dan menyimpan telur hingga menetas nanti. Percumbuan dan pemijahan akan berlangsung di sarang ini, dan sesudah telur dikeluarkan dan dibuahi, sepat betina akan diusir keluar oleh si jantan.( Sastrapradja, S., A. Budiman, M. Djajasasmita, dan C.S. Kaswadji. 1981). Sebagaimana jenis-jenis sepat lainnya, jantan sepat mutiara akan menjagai telur-telur ini hingga menetas.
Sekali memijah biasanya betina akan mengeluarkan 150–200 butir telur. Telur ikan akan menetas setelah 24 jam kemudian. Beberapa hari berikutnya burayak (anak-anak ikan) mulai aktif berenang. Pada saat itu hendaknya ikan jantan dipisahkan dari anak-anaknya, agar burayak-burayak itu tidak dimakannya. (Sastrapradja, S., A. Budiman, M. Djajasasmita, dan C.S. Kaswadji. 1981).


Daftar Pustaka
Axelrod, Herbert R. (1996). Exotic Tropical Fishes. T.F.H. Publications. ISBN 0-87666-543-1
Kottelat, M., A.J. Whitten, S.N. Kartikasari, S. Wirjoatmodjo. 1993. Ikan Air Tawar Indonesia Bagian Barat dan Sulawesi. Periplus Edition (HK) Ltd. dan Proyek EMDI KMNKLH Jakarta. hal 228
Sanford, Gina (9 November 1999). Aquarium Owner's Guide. New York: DK Publishing. ISBN 0-7894-4614-6
Butler, Rhett Ayers, Tropical Freshwater Aquarium Fish (TFAF), 1995 and Mongabay.com Website, 2002
National Aquaculture Sector Overview - Thailand". Food and Agriculture Organization of the United Nations
Whitten, A.J., M. Mustafa, dan G.S. Henderson. 1987. Ekologi Sulawesi. Gadjah Mada Univ. Press. Yogyakarta. Hal 351-353
Pinus.1993.Ikan Air Tawar. Jakarta : Penebar Swadaya
Whendarto. 1988. Mengenal Ikan Hias.Semarang : Eka Offset
Weber and de Beaufort. 1922. op. cit. p.365
Weber, M. and L.F. de Beaufort. 1922. The Fishes of The Indo-Australian Archipelago IV:367-368Weber, M. and L.F. de Beaufort. 1922. The Fishes of The Indo-Australian Archipelago IV:367-368
Redaksi ensiklopedi indonesia. 2003. Ensiklopedi Indonesia Seri Fauna. PT Ikran Mandiriabadi : Jakarta. Hal 205
Ed. Ranier Froese and Daniel Pauly. May 2007 version. N.p.: FishBase
Sanford, Gina (4 November 1999). Aquarium Owner's Guide. New York: DK Publishing. ISBN 0-7894-4614-6
Faufe Henri. 1925. Dictionary of The Frehwater Aquarium. Librairie Laroosie, France. Hal 504
Sastrapradja, S., A. Budiman, M. Djajasasmita, dan C.S. Kaswadji. 1981. Ikan Hias. LBN - LIPI. Bogor. hal. 90-91
Lesmana, Darti Satyani. 2001. Budidaya Ikan Hias Air Tawar.Jakarta : Penebar Swadaya Lingga
Murtidjo, Bambang Agus.2001.Beberapa Metode Pembenihan Ikan Air Tawar.Yogyakarta: Kanisius
Susanto Heru, Lingga Pinus, 2003, Ikan hias air tawar. Penebar Swadaya. Jakarta. Hal 127
Dedy Heryadi Sutisna, 1988. Pembenihan ikan air tawar.Penerbit Karsius. Yogyakarta.136s
Sastrapradja, S., A. Budiman, M. Djajasasmita, dan C.S. Kaswadji. 1981. Ikan Hias. LBN - LIPI. Bogor. hal. 90-91

2 komentar:

  1. buat anak 2011 dan seterusnya pasti ini membantu yo. mantap ! lanjutkan !

    persaingan di om google semakin ketat ni. haha

    BalasHapus
  2. hoho.... aku dah susah payah cari di perpus tu. dari pada di perem di laptop, lebih baik dibagikan pada semua orang...

    BalasHapus

Translate